• Zimmermann Christensen posted an update 1 month ago

    Seakan menjadi sebuah keharusan, di setiap laga wajib dihadiri pensupport atau supporter. Penunjang ialah mereka yang dengan sepenuh hati ingin berkorban mendorong, memberikan motivasi, dan mendoakan idolanya agar bisa menjadi yang terbaik. Dalam sebuah lomba sepak bola ketidakhadiran supporter selalu menarik perhatian, mulai dari kostum, nyanyian-lagu yang dibawakan, sampai jumlah manusia yang hadir. Hal tersebut berlaku pula bagi The Jakmania, sebutan bagi penunjang Persija.

    The Jakmania ialah salah satu fans club sepak bola yang kehadirannya senantiasa menarik perhatian.
    Jakmania Persija selalu datang dalam jumlah yang banyak malahan saat laga dijalankan di luar kota Jakarta. Rasa bangga dan memiliki yang mereka punya membikin mereka rela berkorban apa malah demi mensupport idolanya beraksi di lapangan hijau.

    Keramaian yang senantiasa sanggup mereka hadirkan tentu saja memberikan cakap menjadi support system tersendiri bagi para pemain Persija. Akan melainkan, hal tersebut berbeda dengan sudut pandang masyarakat. The Jak acap kali kali mendapatkan image atau pengevaluasian yang kurang baik dimata masyarakat. Mereka yang hadir dengan jumlah banyak dan dengan keramaian serta kebisingan yang tak terbendung kerap disebut-ucap sebagai wujud riil dari fanatisme yang berlebihan sehingga menyebabkan masyarakat menjadi terganggu.

    Absensi mereka yang kadang kala tidak memperhatikan keadaan dan keadaan sekitar menyebabkan keresahan tersendiri dimasyarakat. Tak jarang kehadiran mereka justru membuat ketidaknyamanan dimasyarakat. Kecuali rasa tidak nyaman, rasa tak aman juga sering timbul dikala pensupport dari macan Kemayoran ini sudah keluar dari kadangnya. Khususnya-lebih saat hasil laga tidak pantas dengan yang mereka harapkan.

    Keonaran, kerusuhan, dan kericuhan yang mereka sebabkan sesungguhnya tidak seluruh dilakukan oleh pendukung Persija hal yang demikian. Kejadian hal yang demikian timbul karena adanya oknum provokator yang tak jarang kali memancing emosionil para pendorong. Provokator biasanya timbul ketika hasil pertandingan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Mereka akan menggiring opini yang memancing api permusuhan di antara pendorong.

    Tak jarang karena adanya provokasi tersebut membuat beberapa fasilitas lazim menjadi rusak dan lagi-lagi masyarakat dan negaralah yang mesti menanggung kerugiannya. Maka dari itu, bijaklah dalam bersikap, mendukunglah dengan sistem bijaksana. Jangan hingga fanatisme yang kita miliki menciptakan kita tidak dihargai dimata orang lain dan merugikan nama The Jakmania itu sendiri.